📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Nilai
persatuan dan persaudaraan yang dikandung dalam ajaran Islam pun memang sungguh
luar biasa. Betapa tidak, bukti sejarah menuturkan atas nilai-nilai itu pula
yang menjadi titik tekan gerakan dakwah Rasulullah tatkala menginjakkan kakinya
di Madinah. Kaum Muhajirin asal Mekkah, dipersaudarakan dengan kaum Anshar
penduduk asli Madinah. Saat inilah, tercatat indahnya persatuan dan
persaudaraan (baca: kebersamaan) yang tidak ada duanya sepanjang sejarah.
Buktinya, bagaimana seorang muslim rela mengorbankan miliknya yang sangat ia
sukai, demi menyenangkan dan membahagiakan saudaranya.
Nabi
Muhammad saw sendiri sangat mencekam terhadap orang yang melakukan pemutusan
persaudaraan ini, seperti tergambar dalam kisah yang dituturkan Abdullah bin
Abi Awfa berikut ini.
Waktu
itu, kata Ibnu Awfa, kami sedang berkumpul bersama Rasulullah saw. Tiba-tiba beliau bersabda, “Janganlah
duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan persaudaraan” Segera seorang
pemuda berdiri meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah lama ia bertengkar
dengan bibinya. Ia lalu minta maaf dan bibinya pun memaafkanya. Setelah itu,
barulah ia kembali ke majelis. Rasulullah kemudian bersabda, ”Sesungguhnya
rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang disitu ada orang yang
memutuskan persaudaraan.”
Perbuatan
memutuskan persaudaraan, ternyata merupakan amalan buruk yang jelas-jelas tidak
disukai Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya membina dan mempererat tali ukhuwwah
Islamiyah merupakan amalan mulia yang pasti diridhai-Nya. Inilah indahnya
kebersamaan.
Untuk
itu, moment yang terjadi di negara kita dan dunia yang telah menyadarkan kita
kembali, dan ini merupakan saat yang tepat bagi umat Islam untuk mengkokohkan
kembali ikatan ukhuwwah Islamiyah dikalangan umatnya. Yang belakangan ini belum
membuktikan secara nyata atas sejalannya dengan ajaran Islam.
Terwujudnya
ukhuwwah Islamiyah merupakan kunci bagi terbentuknya rahmat dan pertolongan
Allah SWT. Karena, bagaimanapun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama
sekali tak ada artinya. Ia benar-benar laksana buih di lautan yang sedemikian
mudahnya terombang-ambingkan riak-riak gelombang lautan, apalagi ia enggan
berpegang teguh pada tali Allah. Tepatnya, kita harus menegakkan konsep Ittihadul
Ummah (persatuan ummat).
Secara
demikian, upaya membangun indahnya kebersamaan, mengentas ukhuwwah merupakan
hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Lebih-lebih saat ini, tatkala umat
Islam di berbagai belahan bumi ini tengah berada dalam himpitan dan cengkeraman
kuku-kuku tajam kaum kafirin yang jelas-jelas selalu menampakkan ketidaksukaan
dan kebenciannya yang teramat sangat pada Islam dan umatnya.
Oleh
karena itu, ukhuwwah Islamiyah yang merupakan salah satu cita-cita realitas
sosial masyarakat muslim, cahaya Robaniah, dan nikmat-Nya yang diberikan kepada
hambanya harus segera kita wujudkan. Lantas, konsep apa yang mesti kita pilih
dalam membangun persatuan umat ini?
Berkait
dengan itu, Allah SWT menegaskan dalam firma-Nya, yang artinya: “Dan
berpeganglah kamu kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,
dan ingatlah akan nikmat Allah ketika kamu dahulu (pada masa jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi
jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali
Imran: 103).
Yang
pasti, ukhuwwah Islamiyah tumbuh dari akar akidah Islam. Akidah Islam akan
menumbuhkan tunas-tunas persaudaraan Islam. Sehingga tidak ada persaudaraan
(sejati), jika tanpa akidah atau keimanan (QS. Al Hujarat: 10). Ukhuwwah Islamiyah sendiri mempunyai peranan
penting dalam pembinaan masyarakat antara lain dalam hal-hal: meringankan beban
penderitaan orang lain, mempererat hubungan silaturahmi, memperkokoh persatuan,
dll.
Dengan
kesadaran yang hakiki, melalui mengukuhkan ukhuwwah Islamiyah, akan banyak
manfaat yang kita petik. Dr. Yusuf Qardhawie dalam bukunya Al-Mujtama’ul
Islami mengatakan bahwa ukhuwwah Islamiyah yang bercita-cita luhur itu
mampu melahirkan tiga hal penting, yaitu persamaan hak (al-Musawah), saling
membantu atau tolong menolog (at-Ta’awun), dan saling cinta mencintai
karena Allah (al-Hub Fillah).
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Tags
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca
Tulis Komentar di Bawah ini!