Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Nasib Burung Cucak Rawa (Pycnonotus zeylanicus) Rentan Dari Kepunahan
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

Oleh: Wawan Ridwan

(Mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)


Hampir semua orang mengenal lagu Cucok Rowo yang dipopulerkan oleh mendiang penyanyi campursari Didi Kempot. Lagu ini bertema plesetan komedi campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, dimana menyebutkan “cucak rowo” dengan cara menghibur. Tapi, tahukan Anda saat ini status burung ini terancam kritis karena perburuan dan perdagangan untuk dijadikan burung koleksi atau burung perlombaan. Inilah nasib burung Cucak Rawa (Pycnonotus zeylanicus) yang dewasa ini telah rentan dari kepunahan keberadaannya di alam liar.


Sebelum membahasnya lebih jauh, kita harus mengenal apa itu burung Cucak Rawa. Cucak Rawa adalah jenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Burung ini juga dikenal umum sebagai Cucak Rawa (dalam bahasa Jawa dilafazkan sebagai Cucok Rowo), Cangkurawah (Sunda), dan Barau-barau (Melayu).


Dalam bahasa Inggris disebut Straw-headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat. Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus zeylanicus



Taksonomi Cucak rawa

  • Kerajaan : Animilia 

  • Filum : Chordata

  • Kelas : Aves

  • Ordo : Passeriformes

  • Famili : Pycnonotidae

  • Genus : Pycnonotus

  • Species : P. seylanicus


Ciri-ciri

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm. Mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning-jerami pucat; setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam.


Punggung coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun. Dagu dan tenggorokan putih atau keputihan; leher dan dada abu-abu bercoret putih; perut abu-abu, dan pantat kuning. Iris mata berwarna kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat gelap.


Kebiasaan dan Penyebaran

Seperti namanya, cucak rawa biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas. Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan. 


Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin. Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini dianggap punah karena perburuan.


Permasalahan Perlindungan

Cucak Rawa sebenarnya sempat termasuk ke dalam daftar jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 tahun 2018. Pada tahun yang sama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan PerMen LHK Nomor 92 Tahun 2018 dengan dikeluarkan dari status burung Cucak Rawa sebagai satwa yang dilindungi menjadi tidak lagi dilindungi.


Perubahan status ini berbarengan dengan burung-burung lain seperti Murai batu (Kittacinla malabarica), Jalak suren (Gracupica jalla), Anis-bentet kecil (Colluricincla megarhyncha), dan Anis-bentet sangihe (Coracornis sanghirensis).  Murai batu, Cucak rawa, dan Jalak suren merupakan jenis burung kicau yang biasa dilombakan, sedangkan untuk Anis bentet sangihe dan Anis bentet kecil merupakan jenis burung endemik.


Dalam IUCN (International Union for Conservation of Nature) Red list burung ini mempunyai status rentan (vulnerable), sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) memasukkan burung ini dalam daftar Apendiks II.


Keberadaan

Di Indonesia burung ini memiliki 27 jenis dan wilayah yang paling banyak adalah di Indonesia bagian barat. Hingga saat ini ada 2 spesies yang menyebar hingga ke Sulawesi dan Lombok. Ada pula spesies yang menyebar hingga ke Maluku yaitu yakni Lophoixus affinis (Brinji emas).


Burung yang berumur sekitar jutaan tahun ini telah berkembang menjadi sembilan subspesies yang berbeda. Misalnya P. bimaculatus (Cucak Gunung), P. plumosus (Merbah Belukar), Alophoixus bres (Empuloh Janggut), P. melanicterus (Cucak Kuning), P. aurigaster (Cucak Kutilang), dan P. goiavier (Merbah cerukcuk).


Burung yang masih kerabat kutilang ini, dulunya dapat ditemukan di hutan-hutan pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Namun menurut Mckinnon dkk., kini burung tersebut telah punah di alam Jawa. Jadi, sudah tidak dapat lagi menjumpai Cucak Rawa liar di hutan-hutaan pulau Jawa. Kepunahannya disebabkan oleh perburuan tak berbatas yang dilakukan untuk tujuan ekonomi.


Pada daerah sumatera sendiri, jumlahnya telah sangat terbatas di hutan-hutan terpencil. Untungnya di Kalimantan jumlahnya masih lebih banyak daripada Sumatera. Burung ini dapat ditemukan di hutan-hutan yang jauh dari pemukiman. Namun, apabila perburuan terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan Cucak Rawa ini benar-benar akan punah dari seluruh alam Indonesia.


Untuk menghindari kepunahan Cucak Rawa dari alam Indonesia, ada baiknya para pemburu berlatih untuk mengembangbiakkan burung ini dalam penangkaran. Walaupun burung ini mudah stres saat diternakkan, namun beberapa peternak telah berhasil mengembangbiakkan Cucak Rawa di penangkaran. Dengan keberhasilan penangkaran diharapkan jumlah Cucak Rawa di alam tidak berkurang lagi dan dapat berkembang menjadi lebih banyak di masa yang akan datang.


Kesimpulan

Kondisi jumlah burung Cucak Rawa yang kritis (bahkan di alam liar pulau Jawa sudah punah) agar menjadi perhatian pemerintah terutama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar merevisi atau membuat peraturan yang memasukan burung ini kembali dengan status dilindungi.


Langkah-langkah strategis perlu dilakukan dalam menyelamatkan burung Cucak Rawa, yaitu dengan melakukan penangkaran yang sistematis dan penambahan jumlah species burung ini dan kemudian dikembalikan ke alam liar habitat-habitat aslinya yang dulu pernah ada.***

Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca